Taiwan- Semester ganjil 2018, lima mahasiswa IPIEF angkatan 2016 ikuti program pertukaran mahasiswa ke Taiwan. Program yang akan berlangsung hingga satu semester kedepan ini, terdapat 3 kampus penempatan yakni Asia University, Tamkang University, dan National Cheng Kung University. Mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa ini adalah sebagai berikut : Hafsah Fajar Jati dan Inas Latifah dengan tujuan Asia University, Dedy Tri Hermawan tujuan Tamkang University, Shinintya Nur Filailly dan Imam Agung Ramadhan dengan tujuan National Cheng Kung University.

Dalam wawancara online pada (1/10) Hafsah Fajar Jati menyatakan  bahwa dia sangat merasa senang bisa belajar di Asia University khususnya di Department of Finance yang merupakan program studi Finance terbaik ke-19 dunia. Untuk kegiatan perkuliahan tidak jauh berbeda dengan di IPIEF dengan dosen pengajar yang sangat ramah. Mahasiswanya juga dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris dengan baik, bahkan salah satu dari mereka ada yang mampu mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Dalam satu kelas selain ada beberapa mahasiwa asal Indonesia, juga ada mahasiswa dari Mongolia, Jepang, Thailand, Vietnam dan Honduras. Hafsah juga menambahkan “yang terpenting, di sini kita tidak boleh hanya bicara seperti ‘semuanya tentang Indonesia’ terutama dalam masalah ekonomi Islam. Di sini kita mungkin memiliki pandangan yang lebih luas untuk belajar secara global, mencoba mengenal yang lain baik secara pribadi maupun sosial”.

pada (2/10) secara online Dedy Tri Hermawan menyampaikan pesan kesannya selama hampir satu bulan merasakan menjadi mahasiswa Tamkang University. Menurutnya, dia merasakan culture shock dalam Bahasa, makanan dan beberapa gaya hidup. Untuk umat muslim harus berusaha keras dalam menunaikan ibadah, terutama ketika shalat Jum’at harus menempuh jarak 24 km dengan waktu tempuh 1 jam untuk sampai di Masjid Agung Taipe, ibu kota Taiwan. Dalam kegiatan perkuliahan hampir sama dengan di IPIEF, dosen yang mengajar rata-rata sudah sangat senior, Yang membedakan, di Tamkang University terdapat program trial school selama 2 minggu. Selama program tersebut mahasiswa dapat mencoba mata kuliah pilihan dan apabila tidak cocok, mahasiswa dapat meng-drop atau menghapus dari list mata kuliah yang sudah dipilih. Selain itu Dedy juga juga menambahkan “di Tamkang University saat ini saya mendapatkan banyak pengalaman bertahan hidup di negeri orang, mendapat banyak teman dari berbagai negara dan latar belakang, mengenal sistem negara yang sudah maju dari berbagai aspek dan masih banyak lagi. Yang terpenting ialah jangan takut mencoba hal-hal baru disertai kerja keras dan doa”, tutupnya.

 

Sharing is caring!